Mau Tembus Scopus Free APC? Siapkan Artikel yang Layak Diterima (Seri 1)
Idealnya, para dosen,
khususnya di Indonesia, tidak hanya berburu publikasi di jurnal terindeks
Scopus, tetapi juga mencari jurnal yang memungkinkan artikel diterbitkan tanpa
harus membayar Article Processing Charge (APC). Pilihan seperti ini sangat
logis dan cukup terbuka, khususnya pada jurnal hybrid, yang memberikan
pilihan kepada penulis untuk menerbitkan artikel melalui jalur open access
berbayar atau jalur subscription tanpa APC. Terakhir, saya
mempublikasikan artikel di salah satu jurnal Taylor & Francis Q1 model hybrid
dengan jalur subscription.
Jika memilih jalur open
access, biaya yang harus dibayar mencapai USD 3.940. Bayangkan jika
dirupiahkan, biaya tersebut bisa digunakan untuk membeli dua sepeda motor PCX
baru atau mobil bekas city car kelas menengah. Bayangkan juga jika
kampus Anda memberikan insentif publikasi hingga puluhan juta rupiah, tentu
saja dapat menjadi penyemangat dalam terus produktif menulis. Saya memilih
jalur subscription karena tidak memiliki sponsor, sehingga tidak
mengeluarkan biaya publikasi sepeser pun. Pilihan tersebut diberikan setelah
artikel dinyatakan siap diterbitkan.
Jurnal hybrid yang
menyediakan pilihan tanpa APC sebenarnya sangat banyak. Berdasarkan pengalaman
dan penelusuran di scopus.com, pilihan Free APC tersedia pada sebagian
besar jurnal publisher global seperti Elsevier, Springer, Taylor & Francis,
Wiley, Sage, Brill, Emerald, dan publisher sekelasnya, bahkan kurang lebih
mencapai 80 persen. Publisher seperti Brill bahkan memiliki kurang lebih 98
persen jurnal yang menyediakan opsi tersebut.
Persoalannya bukan hanya
menemukan jurnal yang tidak meminta APC. Tantangan sebenarnya adalah membuat
artikel kita layak diterima oleh jurnal tersebut. Jurnal Free APC
mempunyai standar ilmiah yang tinggi dan proses seleksi yang serius. Artikel
yang diterbitkan menjadi bagian dari reputasi jurnal sekaligus sumber bacaan
bagi komunitas ilmiah, maka kualitas artikel menjadi perhatian utama.
Artikel yang kita kirim
juga akan bersaing dengan penelitian dari berbagai negara. Editor tidak
mempunyai alasan menerima artikel hanya karena penulis menginginkan publikasi
gratis. Artikel harus mempunyai persoalan yang jelas, kontribusi yang kuat, dan
alasan akademik yang meyakinkan untuk diterbitkan.
Lalu bagaimana prosesnya? Secara sederhana, artikel akan melewati beberapa tahapan:
Submit → Editorial
Check → Editor → Reviewer → Revisi → Accepted → Terbit
Seri pertama ini saya batasi sampai tahap Editorial Check dan Editor. Tahap berikutnya akan dibahas secara khusus agar setiap bagian dapat dipahami dengan lebih baik.
Pra-Submit
1. Cari Jurnal Free
APC yang Tepat
Jangan mulai dengan
pertanyaan, “Jurnal Scopus mana yang Free APC?” Mulailah dengan
pertanyaan, “Jurnal Scopus Free APC mana yang sesuai dengan artikel
saya?” Jurnal yang gratis belum tentu sesuai dengan artikel kita.
Sebaliknya, jurnal yang sangat sesuai dengan tema penelitian belum tentu
menyediakan pilihan Free APC. Scope jurnal harus menjadi
pertimbangan utama sebelum melihat persoalan biaya.
Baca beberapa artikel
terbaru yang sudah diterbitkan jurnal tersebut. Lihat tema penelitian,
pendekatan yang digunakan, cara penulis membangun masalah, novelty,
metode, analisis, dan pembahasannya. Dari sana dapat dilihat apakah artikel
kita sejalan dengan karakter jurnal dan memiliki peluang untuk diterbitkan.
2. Free APC Sudah Pasti High Standard
Ini yang perlu dipahami.
Jurnal Free APC mempunyai standar ilmiah yang tinggi dan proses seleksi
yang ketat. Artikel yang diterbitkan menjadi bagian dari reputasi jurnal dan
akan dibaca oleh komunitas ilmiah. Jurnal mempunyai kepentingan untuk mengelola
artikel yang berkualitas. Artikel yang diterbitkan menjadi bagian dari produk
ilmiah yang mereka tawarkan kepada pembaca. Kualitas artikel menjadi perhatian
utama.
3. Setelah Menemukan Jurnalnya, Jangan Langsung Submit
Setelah menemukan jurnal
yang sesuai, baca Aims and Scope dan Author Guidelines. Petunjuk
penulis biasanya menjelaskan struktur artikel, gaya sitasi, jumlah kata, dan
persyaratan teknis lainnya. Jurnal publisher global umumnya tidak menyediakan template
karena format akhir menjadi urusan tim produksi setelah artikel siap
diterbitkan.
Sebagian jurnal bahkan
memberikan kebebasan format ketika artikel pertama kali dikirim. Sampel artikel
yang sudah diterbitkan dapat menjadi petunjuk yang sangat berguna untuk
memahami karakter jurnal. Perhatikan bagaimana artikel-artikel tersebut menyusun
judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan.
Setelah menemukan jurnal
yang cocok, baru registrasi ke jurnal untuk submit. Persiapkan
dokumen-dokumen yang diperlukan, email yang aktif, dan akun ORCID. Pastikan
ORCID tidak hanya memiliki nomor, tetapi juga diisi dengan baik karena ORCID
merupakan biografi akademik yang dapat memuat track record publikasi
penulis.
Catatan: Mencari jurnal yang cocok dan menyiapkan tahapan pra-submit tentu dapat memanfaatkan AI LLM untuk memangkas birokrasi dan mempercepat pekerjaan.
Submit dan Tahapannya
1. Editorial Check
Artikel yang sudah di-submit
belum langsung masuk kepada reviewer. Tim editorial biasanya melakukan
pemeriksaan awal untuk memastikan naskah memenuhi persyaratan teknis dan
administratif jurnal. Kelengkapan naskah, format, dokumen pendukung, referensi,
pernyataan etika, dan persyaratan lain dapat diperiksa pada tahap ini.
Pemeriksaan awal juga
dapat mencakup pemeriksaan kemiripan atau aspek integritas akademik sesuai
kebijakan jurnal. Setiap jurnal dapat mempunyai mekanisme pemeriksaan yang
berbeda. Penulis perlu memperhatikan ketentuan tersebut sebelum melakukan submit.
Kesalahan teknis pada tahap ini dapat membuat naskah dikembalikan atau tidak
dilanjutkan. Jangan sampai penelitian yang bagus terhenti hanya karena
penulis mengabaikan ketentuan dasar jurnal.
2. Editor Menentukan Nasib Berikutnya
Artikel yang lolos Editorial
Check belum otomatis dikirim kepada reviewer. Naskah akan dikirim ke meja
editor dan editor akan menilai kesesuaian dengan scope, kualitas awal,
kebaruan, kontribusi, dan kelayakan artikel untuk masuk ke proses peer
review.
Pertanyaan editor sebenarnya sederhana: “Apakah artikel ini layak saya kirim kepada reviewer?” Jika jawabannya tidak, artikel dapat berhenti sebagai desk rejection. Artikel bahkan belum memperoleh kesempatan untuk diuji oleh reviewer. Karena itu, target pertama publikasi Scopus Free APC bukan Accepted. Target pertama adalah membuat artikel lolos dari meja editor.
Bagaimana caranya agar editor tertarik? Apa yang pertama kali dilihat editor ketika membuka artikel kita? Apakah judul, abstrak, masalah penelitian, novelty, atau justru bagian lain? Itulah yang akan kita bahas pada Seri 2. Ikuti terus tips publikasi di website ini. (AI Hamzani).